Apa kabar para JetroMania? Kali ini saya akan membagikan berita hangat dari dunia medis. Nah, Anda pasti cukup penasaran dengan judul diatas. Ya, saya juga cukup penasaran dengan berita yang satu ini. Setelah mengetahui apa "virus aneh" tersebut dan dampak negatif apa yang muncul dari virus tersebut, saya akan membaginya kepada Anda semua. Apa sih virus itu? Langsung saja ke TKP :D...
 |
| Virus ATCV-1 |
Beberapa bulan belakangan ini, para peneliti dihebohkan dengan sebuah penemuan virus berbahaya yang berkaitan erat (dekat) dengan manusia. Virus ini belum menghebohkan masyarakat seperti virus Ebola yang membunuh ribuan bahkan jutaan umat manusia pada tahun 2014 silam. Virus aneh ini tidak begitu mematikan seperti virus Ebola. Namun, virus ini menyerang kepribadian manusia, lebih tepatnya mengubah sifat manusia yang diinfeksinya menjadi "bodoh". Bodoh? Ya, istilahnya stupidity virus (ATCV-1), karena membuat seseorang menjadi bodoh.
Virus yang diberi nama ATCV-1 tersebut dapat dengan mudah ditemukan karena hidup cukup dekat disekitar manusia. Apa sih benda itu sampai-sampai dikatakan cukup dekat dengan manusia? Hmm... itu adalah alga, sejenis tumbuhan yang banyak terdapat diperairan sekitar kita. Wah.. perairan ya... itu sih relatif kan? Kan ga semua orang tinggal dekat perairan..hehehee.. Eitss..jangan senang dulu. Ingat! Ada beberapa diantaranya dapat dikonsumsi. Jangan sampai lalai ya guys...
 |
| Alga hijau di perairan |
Berdasarkan para ahli atau peneliti, virus ATCV-1 yang sudah masuk ke tubuh manusia akan menyebabkan si penderita mengalami lumpuh otak atau lebih jelasnya menurunkan kemampuan spasial dan pengenalan ruang sehingga kemampuan otak dalam mengenali gambar menjadi terganggu. Selain dampak negatif diatas, virus ATCV-1 ini memberi "kerugian" lainnya yaitu mampu mempengaruhi pemikiran kognitif manusia sekaligus memanfaatkan gen-gen dalam tubuh manusia untuk menduplikasi atau memperbanyak diri mereka. Kemampuan tersebut jelas dapat melumpuhkan otak inangnya atau si penderita sehingga menjadi bodoh. Kok bisa ya? Hal ini dilatarbelakangi oleh berbagai asumsi dan alasan oleh berbagai pihak. Ada yang bilang ini hanya hoax atau tipuan belaka, dan pastinya para ilmuwan memberi alasan bahwa virus ATCV-1 ini membuat si penderita berhenti mengirim tanda bahaya ke sistem imun tubuh inangnya, sehingga virus-virus ini dapat dengan leluasa sebebas-bebasnya berkembang biak tanpa diketahui tanpa ada penghalang yang "melawan" virus tersebut. Bahaya juga, bukan? meskipun tidak mematikan.
Para peneliti sangat antusias dan melakukan penelitian lanjutan. Kali ini sebagai "kelinci percobaan" adalah tikus. Ya...selain kelinci, tikus juga salah satu hewan yang paling sering dijadikan bahan penelitian. Penelitian kali ini menggunakan 2 tikus, dimana 1 tikus diberi virus ATCV-1 dan yang lain diberi cairan biasa.Ternyata setelah diteliti, tikus-tikus tersebut juga mengalami efek yang sama dengan manusia, yaitu penurunan kecerdasan. Bagaimana bisa? Buktinya tikus yang sudah terinfeksi virus ATCV-1 ini tidak mampu lagi untuk melakukan hal-hal yang biasanya dapat dilakukan oleh tikus, misalnya seperti menemukan makanan dalam sebuah labirin yang biasanya dapat dengan mudah mereka temukan sebelum disuntik virus ini atau dalam keadaan normal.
 |
| Virus yang disuntik cairan biasa dan cairan virus ATCV-1 |
Virus yang cukup misterius ini sontak membuat para peneliti bertanya-tanya, apakah masih terdapat virus lain di bumi ini yang memiliki ciri-ciri seperti virus ATCV-1 ini, khususnya dalam hal kemampuan untuk mengubah kepribadian dan sifat manusia sehingga terlihat bodoh. Virus ini biasanya hidup di kerongkongan manusia ini kini membuat banyak orang harus waspada. Apalagi disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, misalnya sengaja dicampurkan ke makanan seseorang yang dibencinya, dll.
Dengan adanya temuan ini, tingkat kecerdasan manusia tidak dapat lagi diukur dari segi pendidikan saja. Tetapi efek dari virus atau bakteri dengan ciri khas mirip ATCV-1 bisa jadi "membodohi" Anda. So, hati-hati jika Anda berada di perairan yang terdapat alga (jangan sampai termakan lhooo...). Semoga bermanfaat dan jangan lupa bagikan berita penting ini.. :)